Penyesuaian Oklusal

Penyesuaian Oklusal

Penyesuaian oklusal (occlusal adjustment), juga disebut penyeimbangan oklusal (occlusal equilibration) atau koronoplasti, adalah membentuk kembali secara selektif permukaan oklusal dengan tujuan membangun suatu keadaan yang stabil, oklusi nontraumatik. Oklusi yang dihasilkan harus sesuai dengan oersyaratan stabilitas oklusal yang dijelaskan sebelumnya (lihat Kotak 56-3) dan diistilahkan sebagai oklusi terapeutik. Banyak kategori yang ada pada penyesuaian oklusal, berkisar dari pengubahan kontur gigi tunggal (single tooth) sampai penyeimbangan keseluruhan rongga mulut yang utama sampai derajat maksimum intercuspa yang bersamaan dengan relasi sentries.
Karena penyesuaian oklusal adalah suatu intervensi irreversible, klinisi yang bijaksana harus secara hati-hati menimbang bukti klinis dan ilmiah dalam mendukung terapi. Pada kasus TMD, bukti memimpin kesimpulan bahwa penyesuaian oklusal harus dengan jarang dipertimbangkan sebagai komponen utama perawatan TMD dan tidak pernah sebagai pengukuran pereventif. Secara mirip, tidak ada bukti bahwa penyesuaian oklusal adalah sangat berguna dalam manajemen bruxism.
Peranan penyesuaian oklusal dalam manajemen penyakit periodontal adalah lebih kompleks karena baik periodontitis maupun trauma dari oklusi dapat memicu mobilitas gigi. Pada suatu trial klinik acak dengan 2 tahun peninjauan kembali, Burgett dkk, menyimpulkan bahwa penyesuaian oklusal menjadi tambahan dari salah satu skaling dan root planning atau terapi flap yang dimodifikasi Widman yang dihasilkan dalam suatu level perlekatan yang beragam tetapi tidak ada perbedaan dalam pengurangan mobilitas atau kedalaman poket. Bukti saat ini menunjukkan manfaat tambahan penyesuaian oklusal terhadap terapi periodontal dapat dibandingkan pada  dasar gigi secara individu dengan gigi-gigi yang tidak menunjukkan disharmoni oklusal pada pasien yang rentan terhadap periodontitis moderat sampai parah. Ketika terapi oklusal tidak dipilih oleh pasien dengan periodontitis dan disharmoni oklusal, perjalanan kehilangan perlekatan secara signifikan lebih besar daripada pasien yang tidak membutuhkan terapi oklusal. Pilihan pasien sendiri dalam penelitian ini ditujukan menurut issue etnis pada penelitian perjalanan penyakit. Kedua penelitian ini tampak menggambarkan kesimpulan yang beralasan untuk mendukung penerapan bukti ilmiah pada praktik klinis. Ketika pasien dengan periodontitis mengalami penyesuaian oklusal yang dijelaskan lebih tepat untuknya, hasil terapi periodontal mempunyai bermacam-macam pengaruh. Tujuan yang dinyatakan pada penyesuaian oklusal meliputi persyaratan stabilitas yang dirinci pada Kotak 56-3 dan ditambahkan perbedaan minimal secara objektif antara kontak awal dalam lengkung penutupan relasi sentries dan maksimum intercuspa.
Hal tersebut secara umum direkomendasikan bahwa menunda penyesuaian oklusal sampai inflamasi terkontrol, waktu pemulihan jaringan, dan reevaluasi menentukan bahwa mobilitas residual apapun adalah hasil beban gigi yang merugikan daripada menurunnya pendukung. Pengecualian rekomendasi ini meliputi kebutuhan mengatasi nyeri atau disfungsi yang secara jelas menentukan hasil trauma oklusal. Terapi peralatan oklusal dapat juga digunakan untuk mengatasi issue oklusal akut, dengan manfaat reversibilitas, dan sering memfasilitasi pengambilan keputusan dan proses yang termasuk dalam suatu penyesuaian oklusal.
Suatu pertimbangan utama sebelum penyesuaian oklusal adalah kebutuhan restorasi pasien. Contohnya, manfaat menempatkan restorasi sementara dengan kontur optimal dan permukaan oklusal yang disesuaikan dengan baik harus tidak berlebihan. Pendekatan ini memberikan kesempatan untuk merestorasi stabilitas oklusal dengan mendistribusikan kekuatan, sebagaimana untuk mengevaluasi respon periodonsium untuk antisipasi restorasi pada gigi-gigi pasien.
Ketika penyesuaian oklusal ditentukan sebagai pendekatan terbaik, prosedur harus didahului melalui informed consent yang baik. Percobaan penyesuaian dalam casts diagnostik yang ditingkatkan secara akurat direkomendasikan untuk menentukan kebutuhan perubahan yang meluas sesuai dengan tujuan stabilitas oklusal dan mengeliminasi gangguan. Ketika subjek gigi-gigi manapun sampai penyeimbangan oklusal bergerak, penetapan multipel adalah penting untuk perubahan yang dihasilkan dari pengikatan erat progresif gigi-gigi individu dan pengenalan gangguan pada fungsi oklusal yang harmonis dimana dihasilkan gigi-gigi yang dipererat. Jika penyeimbangan mengikuti akomodasi terhadap suatu peralatan oklusal (perhatian merekomendasikan secara kuat), pasien yang memakai peralatan sebelum penetapan untuk kesetimbangan akan mendorong gigi-gigi seerat mungkin. Seperti dengan peralatan interoklusal diagnostik, keiikutsertaan otot mastikasi menurun, dan pereratan gigi-gigi dapat meningkatkan akurasi dari identifikasi gangguan oklusal. Clark dkk, McNeill, dan Dawson menyediakan protokol praktik dengan rinci untuk prosedur penyesuaian oklusal, Dr. Dawson memberikan sumber terbaru untuk pedoman melakukan proses ini dalam publikasi teks terbarunya, Oklusi Fungsional (Juli 2006).

RINGKASAN
Evaluasi dan manajemen pasien periodontal harus meliputi pengujian/pemeriksaan sistem mastikasi (Bab 30) dan evaluasi fungsional dari oklusi. Intervensi oklusal harus dipertimbangkan sebagai tambahan pada terapi periodontal, reversible ketika mungkin, dan direncanakan dalam konteks kebutuhan restorasi pasien dengan tujuan dan pendugaan.

TRANSFER ILMIAH
Hubungan antara penyakit periodontal dan oklusi telah lama diperdebatkan. Perdebatan ini juga memperluas peranan terapi oklusal dan perawatan penyakit periodontal. Trauma oklusal sulit didiagnosa dan biasanya  ditentukan secara fungsional. Ini diterima secara umum bahwa aspek inflamasi dari kasus periodontal harus diatasi pertama dan diselesaikan sebelum pertimbangan oklusal apapun. Secara rasional bahwa resolusi inflamasi akan mengubah hubungan gigi dengan jaringan, termasuk hubungan gigi-gigi dengan gigi-gigi lawan. Setelah resolusi inflamasi, oklusi dapat dievaluasi dan konsekuensi negatif apaun dapat diatasi. Seperti tercantum, sedikit individu mempunyai hubungan oklusal ideal, tetapi mereka memiliki sedikit pengalaman merugikan. Penemuan ini dapat membuktikan untuk mampu menandai kemampuan adaptasi sistem mastikasi, meliputi gigi-gigi, ligamen periodontal, dan skeletal, muscular, dan sistem neurologis.

0 Response to "Penyesuaian Oklusal"

Post a Comment